After Rain

Karya: Yufa Wiliansari

Bagian 1: Rinjani pergi ke ibu kota provinsi untuk melanjutkan kuliah

Rinjani adalah anak lulusan SMA Merdeka Solo tahun 2020. Dia sangat rajin dan pintar. Dia mempunyai cita-cita yang tinggi. Akhirnya dia memilih pergi ke ibu kota provinsi untuk melanjutkan kuliah dan mengejar cita-citanya.

 Bagian 2: Rinjani mempunyai sifat introvert sehingga sering dibully oleh teman-teman kuliahnya

Rinjani dari kecil sering ditinggal orang tuanya bekerja dan kurang keluar rumah yang mengakibatkan dia susah berbaur. Karena sifatnya yang seperti itu dia jadi Introvert tidak punya teman. Saat awal-awal masuk kuliah, dia hanya sendiri di mana pun dan kapan pun. Akhirnya banyak anak-anak kampus yang membully dia.

Bagian 3: Rinjani menyibukkan diri dengan mengikuti event lari

Pada saat pulang kuliah, Rinjani menghampiri mading di kampusnya. Dia melihat ada event lari. Karena dia sering ikut event lari dari SD, dia mendaftarkan diri di event lari tersebut.

Bagian 4: Rinjani bertemu Okto di event lari 

Waktu event lari telah tiba. Rinjani segera bergegas ke lokasi tersebut sendirian. Setelah sampai di lokasi, Rinjani dihampiri anak cowok dan mengajak kenalan. Rinjani kaget, tetapi dia menerima ajakan kenalan anak cowok tersebut. Anak cowok itu bernama Okto. Akhirnya Rinjani mempunyai teman saat itu.

Bagian 5: Mong cemburu melihat Okto dan Rinjani di event lari

"Bersedia... Siap... Ya!!!" tanda event lari sudah dimulai. Rinjani lari bersama Okto. Ternyata, dibelakang Rinjani dan Okto berlari ada dua anak cewek. Yang satu bernama Mong, Mong adalah teman Okto sekaligus suka dengan Okto. Mong sengaja berlari di belakang Rinjani dan Okto karena Mong merasa cemburu melihat kedekatan Rinjani dan Okto.

Bagian 6: Rinjani menerima surat misterius 

Sepulang event lari, Rinjani menemukan surat diselipkan di pintu mobilnya. Surat itu tidak ada keterangan pengirimannya. Isi surat itu adalah ancaman terhadap Rinjani. Penulis surat menuliskan "Jangan pernah mengganggu pertemananku jika kamu tidak mau hidupmu hancur." Rinjani takut takut dan menangis setelah membaca surat itu. Dia pun langsung bergegas pulang.

Bagian 7: Rinjani mencari tau pengirim surat misterius

Pada saat Rinjani kuliah, dia bertanya ke Okto "Okto, apa kamu mengirimkan surat padaku?" "Tidak, aku tidak pernah mengirim surat kepada siapa pun, memang ada apa?" jawab Okto. Rinjani hanya menggeleng dan mengalihkan pembicaraan dengan Okto. Karena Rinjani tidak punya teman selain Okto,  ia bingung harus bertanya pada siapa lagi.

Bagian 8: Rinjani bertemu Aliester di bus dan berkenalan

Tadi pagi Rinjani kuliah diantar mamahnya. Tetapi, saat pulang kuliah mamahnya tidak bisa jemput dia dan menyuruh dia naik bus. Pada saat naik bus, hanya tersisa satu bangku kosong disamping anak laki-laki. Anak itu mengajak kenalan Rinjani "Halo, anak kampus situ kuga ya? Kenalin aku Aliester." "Iya, aku Rinjani." jawabnya. Setelah itu mereka saling berbincang-bincang. Aliester pun sempat menawari makanannya.

Bagian 9: Dompet Rinjani hilang diterminal 

Saat sampai di terminal, Rinjani mau membayar ongkos bus nya. Dari sini Rinjani baru sadar kalau dompetnya hilang. Rinjani kebingungan, dan ternyata Aliester datang untuk membayar ongkosnya. "Aku lihat daritadi kamu kebingungan seperti kehilangan dompet, ongkosmy sudah aku bayar, aku duluan ya" ucap Aliester. "Terima kasih Aliester, kita baru kenal tapi kamu sudah sebaik ini, hati-hati ya" balas Rinjani.

Bagian 10: Aliester menemukan dan mengembalikannya pada Rinjani

Pada saat berjalan keluar terminal, Aliester melihat dompet pink tergeletak di dekat bus yang ia dan Rinjani naiki. Aliester langsung berfikir itu dompet Rinjani dan mengambilnya. Setelah dilihat isi dompetnya ternyata ada KTP atas nama Rinjani. Alister langsung berlari menemui Rinjani dan memberikan dompetnya. Mereka berdua lalu pergi keluar terminal bersama

Bagian 11: Setelah Aliester mengembalikan dompet Rinjani Aliester kecelakaan tepat di depan Rinjani

Setelah sampai didepan terminal, mereka ngobrol sebentar. Tetapi Rinjani berhenti di pinggir jalan menunggu grab dan Aliester menyeberang jalan untuk pulang. Pada saat Aliester menyeberang, Aliester tidak melihat kalau dibelakangnya ada bus dan Aliester tertabrak. Rinjani langsung lari menghampiri Aliester yang sudah tergeletak ditengah jalan sambil menangis. Akhirnya ada ambulance datang dan Aliester langsung dibawa ke Rumah Sakit ditemani Rinjani.

Bagian 12: Rinjani merasa sedih yang mendalam atas meninggalnya Aliester

Setelah sampai di Rumah Sakit, ternyata Aliester sudah tidak bida diselamatkan. Rinjani menangis tersedu-sedu. Rinjani merasa bersalah. Karena, ia merasa Aliester meninggal sebab membantu dia. Rinjani ikut ambulance mengantar jenazah Aliester ke rumah dan Rinjani sangat minta maaf pada keluarga Aliester.

Bagian 13: Karena melihat wajah Rinjani murung, Okto mengajak Rinjani nonton 

Setelah kepergian Aliester, Rinjani selalu murung dan tidak seperti biasanya. pada saat Rinjani duduk ditaman, Okto menghampiri Rinjani dan mengajaknya nonton. awalnya Rinjani menolak tetapi Okto selalu membujuk Rinjani dan akhirnya Rinjani mau.

Bagian 14: Okto menjadi orang terdekat Rinjani

Rinjani merasa nyaman dengan Okto setelah menonton kemarin. Begitu pula dengan Okto. Sejak saat itu, Okto sering menjemput Rinjani untuk berangkat dan pulang bersama. Rinjani semakin suka dan nyaman dengan Okto.

Bagian 15: Hari berikutnya, Okto mengajak Rinjani ke kafe dan tidak sengaja bertemu Mong

Pada hari Minggu, Okto mengajak Rinjani ke kafe untuk melihat live musik. Sesampainya di kafe, Okto dan Rinjani duduk di bangku nomor tiga dari depan. Setelah live musik dimulai, Mong datang di bangku Okto dan Rinjani dan Mong bergabung dengan mereka.

Bagian 16: Mong mengatakan cinta kepada Okto didepan Rinjani

Setelah live musik selesai, Mong memanggil Okto "Okto, aku bisa bicara sama kamu sebentar?" "Bisa, mau bicara apa Mong?" jawab Okto. "Aku sebenarnya suka sama kamu dari lama, tapi aku takut mau bicara sama kamu. Di sisi lain juga, kalau aku tidak bicara sama kamu, kamu gak akan tau perasaan aku" ucap Mong.  Okto hanya terdiam. "Makasih Mong sudah mau bicara dengan aku, tapi maaf aku tidak bisa balas perasaan mu. Aku duluan ya." Jawab Okto sambil mengajak Rinjani pergi.

Bagian 17: Rinjani sedih dan pergi kemakam Aliester

Setelah melihat kejadian semalam Rinjani merasa sedih. Keesokan paginya, Rinjani pergi ke makam Aliester. Dia bercerita tentang kehidupannya setelah kepergian Aliester. Dia merasa bahwa teman yang baik dan tulus padanya hanyalah Aliester. Setelah selesai bercerita di makam Aliester, Rinjani pergi ke kampusnya untuk kuliah.

Bagian 18: Disela- sela kuliah, Rinjani bertemu dengan teman lama Mong yang bernama Lila. Lila memberitahu Rinjani bahwa Mong pengirim surat misterius tersebut 

"Hai, kamu Rinjani ya?" tanya anak perempuan dengan rambut panjang itu. "Iya, kamu siapa?" jawab Rinjani. "Aku Lila, boleh minta waktunya sebentar?" "Boleh, silahkan." Lila pun menjelaskan semuanya "Jadi, pengirim surat misterius padamu waktu event lari kemarin adalah Mong. Dia tidak suka denganmu karena kamu dekat dengan Okto. Dia yang menyuruh aku celakai kamu juga. Tetapi aku tidak mau. Pada akhirnya dia marah dan membenci aku. Aku memberitahumu karena aku tidak suka dengan sifat jahatnya." Rinjani kaget, "Yaampun aku tidak Mong sampai sebenci ini sama aku. Terima kasih ya sudah mau memberitahuku." Lila pin mengangguk dan pamit pergi.

Bagian 19: Rinjani mulai bangkit dan memaafkan kesalahan Mong sepenuhnya

Setelah kejadian di kafe kemarin, Rinjani merasa sakit hati dan menghindar dari Okto. Akhirnya malam Minggu Okto menemui Rinjani dirumahnya dan meminta maaf atas kesalahannya di kafe kemarin. Rinjani memaafkan Okto. Rinjani pun bercerita tentang surat misterius itu kepada Okto. Okto pun kaget dan marah besar pada Mong. Okto mengajak Rinjani menemui Mong besok pagi di kampus. 


Rinjani dan Okto sampai di kampus. Sebelum menjunpai Mong, ternyata Mong duluan menjumpai Rinjani dan Okto. Mong meminta maaf atas semua kesalahannya pada Rinjani dan Okto. Rinjani dan Okto pun memaafkan Mong

Bagian 20: Rinjani dan Okto menikah dan hidup bahagia

Setelah wisuda di kampusnya, Rinjani memutuskan pulang ke kampungnya di Solo. Sebelum pulang, Okto meminta izin Rinjani untuk ikut pulang ke kampungnya. Okto ingin melamar Rinjani. Selama ini Okto memendam perasaan pada Rinjani. Okto sengaja hanya memendam perasaannya karena dia ingin langsung menikah saja.

 

Sesampainya di Solo, Okto langsung menemui orang tua Rinjani. Okto mengatakan bahwa ia ingin melamar dan menikahi Rinjani. Orang tua Rinjani pun setuju dan Okto berhasil menikah dengan Rinjani.

Komentar