Salah Pilih Teman

      

        Tanggal 17 Juli 2018 adalah hari yang ditunggu-tunggu Karina. Dimana hari itu adalah hari pertama dia masuk sekolah di MTsN 1 Bandung. Karina adalah siswa yang baik dan ramah. Pada hari pertama dia masuk, dia langsung mempunyai teman yang bernama Angel. Mulai saat itu mereka menjadi teman dekat dan bisa dibilang sahabat.

Pada hari kedua, Karina dan Angel berangkat pagi untuk mencari tempat duduk bersama. Akhirnya mereka berdua datang paling awal dikelas dan mereka memilih tempat duduk nomor dua dari depan karena Angel memiliki mata minus. Dan akhirnya pelajaran pun dimulai. Mereka saling berbincang-bincang dan terlihat sangat akrab. Hingga waktu pulang tiba.


Pada hari berikutnya, Angel tidak masuk karena sakit. Dan Karina duduk sendiri. Tetapi ada satu anak perempuan menghampiri sambil berkata

“Hai, aku boleh duduk sini? Hari ini temanku satu bangku tidak masuk karena ada acara keluarganya keluar kota.” 

Dan aku langsung menanggapinya “Hai boleh kok, hari ini Angel juga tidak masuk. Oh iya namamu siapa?”

“Terima kasih ya. Namaku Erika, namamu siapa?” 

“Namaku Karina”

“Baiklah. Teman yang satu bangku denganmu itu Angel ya namanya?”

“Iya”

Dan mereka saling mengobrol dengan senang. Mulai itu Karina juga berkenalan dengan teman-teman sekelas yang lainnya.


Keesokan harinya, Angel sudah sembuh dan masuk sekolah. Tetapi Angel datang sedikit kesiangan. Ketika sampai dikelas, Angel melihat Karina ngobrol dengan teman belakangnya. Angel langsung duduk dan mengajak Karina mengobrol dengan dia dan meninggalkan teman bangku belakangnya itu. Mulai itu Angel sedikit waspada takut Karina memiliki teman lain yang lebih asyik dari dia. Dan seperti biasa dari pagi hingga pulang Karina tetap hanya bersama Angel setiap hari.


Saat istirahat tiba, Angel mengajak Karina ke kantin.

“Ayo kita ke kantin Karina, sudah waktunya istirahat ini” ucap Angel.

“Ayoo!! Kita ajak Erika ya. Erika ayo ikut kekantin sama kita” jawab Karina.

“Eh iya ayo rin. Ini Angel ya teman sebangkunya Karina?” balas Erika.

“Ya” jawab Angel dengan sedikit kesal.

Mereka akhirnya kekantin bersama-sama. 


Setelah istirahat, akhirnya bel masuk berbunyi. Dan ketika Karina masuk dia melihat Angel duduk dengan lelaki ditempat duduk Karina. Karina penasaran siapa lelaki itu kok kelihatan dekat banget dengan Angel. Setelah Karina masuk lelaki itu kembali ketempat duduknya, dan Karina bertanya pada Angel.

Siapa lelaki itu ?” tanya Karina.

“Oh itu pacar aku rin. Namanya Nanda. Kita pacaran dari awal kita masuk. Maaf ya aku lupa cerita ke kamu soal ini hehehe”

“Oh, iya gapapa.”

Mulai saat itu Angel sering bersama Nanda daripada sama Karin.


Pada saat pulang sekolah, Karin dilarang pulang dulu dengan Angel karena ada sesuatu yang harus dibicarakan. Karin penasaran kok tumben Angel menahan Karina pulang duluan.

“Karina aku mau ngomong sama kamu” ucap Angel.

“Eh iya Angel mau ngomong apa ini?” jawab Karina.

“Maaf ya kayaknya pertemanan kita diam-diam dulu. Aku disuruh Nanda buat jauhin kamu. Aku nggak tahu kenapa alasannya, tapi kata Nanda kalau aku nggak jauhin kamu Nanda bakal ninggalin aku. Kita jaga jarak dulu ya dikelas dan di medsos juga. Maaf ya Karina, nanti aku coba tanya-tanya Nanda kenapa dan aku rau Nanda supaya bisa ngertiin pertemanan kita.”

“Loh, yaudah deh Ngel gapapa. Aku juga ngerti kok kamusayang banget sama Nanda dan nggak mau kehilangan dia.”

Mulai saat itu Karina sedikit kecewa sama Angel. Karena Angel lebih memilih pacarnya daripada Karina yang sudah menjadi temannya sejak awal masuk sekolah.


Keesokan harinya Angel dan Erika bertukar tempat. Karina dengan Erika dan Angel dengan teman sebangkunya Erika. Mulai saat itu Karina mulai mengenal Erika. Kemana-mana Karina selalu dengan Erika. Dan Karina sudah merasa nyaman dan cocok dengan Erika, begitu juga dengan Erika. 


Tidak lama kemudian, sekitar 2 bulan Angel dan Nanda pacaran, mereka putus. Angel tiba-tiba menelepon Karina.

“Loh kok tumben Angel telpon, bukannya nomerku sudah diblokir dia ya karena Nanda waktu itu” ucap Karina dalam hati.

“Halo Angel, ada apa kok tumben telepon?”

“Karina aku putus dengan Nanda. Kamu dirumah nggak? Aku boleh kerumahmu sekarang?” jawab Angel dengan nangis.

Setelah sampai dirumah Karina, Angel menceritakan semua masalah dihubungannya dengan Nanda yang menyebabkan mereka putus. Dan Angel kembali berteman dengan Karina.


Karena Angel sudah putus dengan Nanda, Angel kembali dengan Karina lagi dikelas. Erika pun diusir Angel untuk pindah ke bangku awal. 

“Karina, jangan dekat-dekat dengan Erika ya aku nggak senang soalnya kan teman lamamu tetap aku” ucap Angel pada Karina.

“Kan sama-sama teman juga Ngel. Lagi pula semenjak kamu sama Nanda temanku ya Karina. Kalau nggak ada Karina aku juga sendiri.”

“Iya tapi kan itu dulu. Sekarang aku sudah  kembali jadi kamu harus sama aku.”

“Yaudah deh Ngel iya”

Mulai saat itu Karina selalu dengan Angel kemana-mana dan tidak pernah dengan Erika.


Setelah 2 minggu Angel dan Nanda putus, mereka balikan lagi. Karena mereka merasa masih saling sayang dan menganggap masalah kemarin hanya masalah sepele. Karena Angel dan Nanda balikan, pertemanan Angel dengan Karina putus lagi. Dan tempat duduk dikelasnya kembali Karina dengan Erika. Sejak saat itu, Karina mulai tidak suka dengan Angel. Karena Angel seenaknya sendiri mempermainkan pertemanan mereka dan posesif. Angel dengan mudahnya meninggalkan Karina demi pacarnya tetapi Karina tidak boleh berteman dengan yang lain selain dengan Angel.


Setelah memendam rasa kurang enak dengan sikap Angel, Karina memberanikan diri bicarakan ini pada Angel.

“Angel, aku mau ngomong sama kamu”

“Eh mau ngomong apa Rin?”

“Maaf ya kalau ini menyakitin hati kamu. Kayaknya pertemanan kita sampai sini saja. Aku sedikit kecewa sama kamu soalnya kamu lebih mementingkan pacarmu daripada aku. Dan kamu selalu melarang aku berteman dengan Erika dan yang lainnya. Aku senang berteman denganmu tapi aku sudah nggak bisa menjadi teman dekatmu lagi. Kita tetap berteman tetapi seperti teman yang lain-lainnya saja ya. Maaf , semoga kamu bisa dapet teman yang bisa ngertiin kamu ya.”

“Loh! Kok begitu sih. Kamu nggak ngertiin aku banget.”

“Bukannya aku nggak ngertiin kamu. Tapi-“

Percakapan mereka terpotong karena Karina datang.

“Ini pasti semua gara-gara kamu kan. Kamu yang merebut Karina dari aku!” ucap Angel pada Erika.

“Eh ini ada apa? Aku nggak tahu apa-apa” jawab Erika.

“Jangan salahin Erika ya. Dia nggak tahu apa-apa soal ini” balas Karina.

“Sudah deh terserah kalian. Aku malas berteman dengan kalian!” jawab Angel dengan marah dan pergi meninggalkan Karina dan Erika.

Karina dan Erika pun pulang kerumah Erika. Dirumah Erika, Karina menjelaskan semua yang terjadi. Dan Erika pun akhirnya mengerti tentang pertemanan Karina dan Angel.


Dari pagi, Karina dan Angel hanya diam-diam saja dengan rasa saling marah. Hingga waktu istirahat tiba. Bahkan ketika Erika mengajak Karina pergi kekantin, Karina menolak. Setelah dari kantin, Erika duduk disamping Karina.

“Aku sudah tahu masalah pertemanan kalian. Ya wajar sih kalau Karina marah padamu Ngel. Kamu saja memperlakukan Karina seenaknya saja. Aku disini cuma ingin melerai kalian dan menjauhkan kalian dari dendam.” ucap Erika pada Karina dan Angel yang duduk tepat dibelakangnya.

“Iya aku sudah menyadari kesalahanku. Maafkan aku ya Karina. Sebenarnya aku ingin minta maaf padamu dari tadi pagi tapi aku malu.” balas Angel.

“Iya Ngel gapapa. Aku juga minta maaf sudah bikin kamu marah. Tapi maaf ya kalau berteman kayak dulu aku tetap nggak bisa. Lagi pula kan Nanda melarang kamu berteman denganku, jadi kita berteman seperti biasa saja.” jawab Karina.

“Nah begitu dong baikan. Kan enak dilihatnya” saut Erika.


Akhirnya Karina berteman baik dengan Erika sampai sekarang. Tetapi berbeda dengan Angel dan Nanda, mereka memilih melanjutkan sekolah keluar kota. Dan mulai saat itu Karina sudah tidak bisa menghubungi Angel. Karena Angel sudah ganti nomor dan medsos Angel lainnya hilang semua.

Komentar